Cinta dan Benci
Hai. Nama gue
Vanilla Adzqueela. Gua sekolah di Smpn Binaan Khusus Dumai. Gue bukan orang
berada. Gue lahir dari keluarga sederhana yang meyakini adanya cinta disetiap
dimensi ruang dan aliran waktu. Besok
ialah hari pertama gue masuk sekolah ketika liburan sekolah usai sudah.
Perasaan rindu untuk berjumpa dengan teman itu pasti. Capek? Jangan ditanya
lagi. Mungkin rasa letih ini yang terus menuntun gue untuk berjuang meraih
mimpi gue. Gue udah gak sabar ketemu sama sahabat-sahabat gue, bercanda,
ketawa-ketiwi, ngakak gak karuan. Rindu semuanya. Mungkin esok hari akan
terjawablah semua rasa itu.
Pagi hari.
Seperti biasa, gue mulai menjalankan aktifitas gue. Mandi, sholat subuh,
sarapan, dan segera berangkat sekolah. Gue buru-buru memasang sepatu dan
pamitan dengan nyokap. Gue biasa pergi-pulang sekolah dengan naik angkot.
Kebiasaan inilah yang membuat gua disiplin. Mungkin dari sebagian kalian ada
yang diantar dengan bokap-nyokap atau naik kendaraan pribadi. Bersyukurlah atas
semua itu. Asal kalian tau aja, gue setiap pagi udah kayak orang bego. Nunggu
angkot ditepi jalanan. Banyak sih anak binsus yang pake kendaraan pribadi
mereka lalu lalang, atau siswa binsus yang pergi dengan diantar orangtua mereka
atau supir pribadi mereka. Tapi gue gak pernah iri liat merekaJ. Ketika angkot udah datang, gue
pun naik dan angkotpun melaju menuju sekolah gue.
Tepat pukul 06.30
waktu Indonesia bagian jam gue, gue udah sampai di gerbang sekolah. dengan mengucapkan
basmallah, gue pun melangkah menuju
ruang kelas gue. Yap. 91. Kelas yang selama ± 2,5 tahun temanin hari-hari gue
lengkap dengan manusia-manusia sebaya gue didalamnya. Orang yang pertama gue
jumpa didalam kelas gue yaitu Ami. Sahabat gue yang udah gue anggap kayak kakak
bahkan nyokap kedua gue dan orang yang selalu minta oleh-oleh setiap waktu (¬_¬"). Gue yakin hari
ini bakal seru banget. Pasti kelas ini udah kayak pasar lagi. Maklum, hari
pertama masuk sekolah. Setelah beberapa menit, teman-teman gue yang lain mulai
berdatangan dan party ngoceh tentang
pengalaman liburan dari masing-masing sahabat gue pun dimulai. Diantara
cerita-cerita mereka, terdengar gelak tawa
yang membuat teman-teman gue yang lain mulai mengerubuni mereka. udah
kayak gula dengan semut aja ya.
Hari pun berlalu dengan cepat. Hari ini hari
sabtu. Pagi harinya gue menjalani aktifitas biasa. Ketika tiba disekolah, gue
segera masuk kelas , meletakkan tas dan segera ngumpul dengan sahabat-sahabat
gue di bangku luar kelas. Baru aja gue duduk, eh dari kejauhan terdengar suara
yang menyuruh kami para manusia binsus berbaris di lapangan untuk mengikuti
senam. Suara siapa lagi cobak? Kalian pasti tahulah. Gak perlu gue sebutin.
Kalau lu gak tau emang parah banget dah. Gue dan teman-teman gue pun segera
berbaris dilapangan dan mengambil posisinya masing-masing. Ketika selesai senam
gue dan teman gue Tonang, segera melangkah menuju kantin. Biasa, untuk
menghemat pengeluaran, gue cuman jajan 2 buah bakwan lengkap dengan saus dan
plastic pembungkus bakwan gue. Hemat dan cukup mengenyangkan.
Kami pun segera
duduk dibangku luar kelas sambil menikmati makanan kami masing-masing. Bel
berbunyi tanda waktu istirahat kami sudah habis. Gue dan Tonang pun masuk ke
kelas. Nah, sahabat gue yang satu ini terkenal dengan ganasnya. Kalau dia udah
marah ataupun mengamuk mungkin akan terjadi gempa bumi dadakan. Kalau misalnya dia
kelahi dengan orang lain, alternatifnya dua, kalo gak wakasis / rumah sakit.
Gile ye? Tapi sebenernya dia baik & care
kok sama gueJ, tapi gue gatau
kalo sama yang lain ya. setelah beberapa jam berlalu, waktunya pengembangan
diri sekarang. Gue dan Tonang memilih buat main basket. Awalnya sih gue gak
terlalu suka dengan yang namanya basket itu. Tapi setelah gue cobak buat
maininnya, ternyata basket itu menyenangkan. Lebih menyenangkan dari yang gua
bayangkan. Gue pun segera meminjam bola dengan Pak Afrizal, guru olahraga gue.
Guru gue yang satu ini emang beda banget pokoknya dari guru yang lain, tapi
masih sama-sama manusia kok. Beda maksudnya disini yaitu pak Af, begitu
panggilannya ini mampu memberi nasihat yang bermanfaat banget bagi gue dan
teman-teman semua. Mulai dari tutur katanya, pemikiran yang jauh lebih genius
daripada makhluk kayak gue. Mungkin gue rasa IQ nya melebihi Albert Einstein atau Issac Newton, sang penemu gravitasi
bumi. Gue sampai berdecak kagum dengan setiap ucapan yang dilontarkannya.
Banyak ilmu-ilmu diluar olahraga, yang telah ia berikan, sehingga kini wawasan
gue mulai berkembang.
Kembali lagi ke
cerita gue, pas gue mau ambil bola basket yang telah dipompa oleh pak Af tadi,
tiba-tiba bola basket gue tadi direbut oleh seekor eh maksud gue seorang cowok
usil. Sebut saja namanya Raffa. Ya,pemirsa, nampaknya sudah mulai terlihat
benang merah dari cerita ini. Gue pun berlari mengejar bola basket gue tadi.
Tapi tidak berhasil. Emang dasar gue ini pendek atau gak pandai mengejar bola
basket atau dianya yang pintar bermain bola basket, entahlah, nanti kita tanya sama
Ki Joko Bodo. Gue pun mulai merengek bak anak bayi yang haus meminta susu.
Akhirnya gue pun mendapatkan kembali bola basket gue. Dilapangan itu, cuman ada
gue, Tonang dan Raffa dan temannya Raffa yaitu Rangga. Gue main bola basket itu
sendirian. Belajar nge-shoot dan dribble. Ketika gue ingin nge-shoot, tiba-tiba
saja datang cowok usil yang bernama Raffa itu. Nyaris saja bola gue diambil
sama dia lagi.
Lalu, ia meminta
bola basket gue, karena kasihan, yaudah gue pinjamin aja ke dia. Ya,itung-itung
berdarmalah J. Gue takjub
liat permainan basket dia. Jarang-jarang seorang Vanilla Adzqueela memuji
seseorang yang awal dianggapnya usil itu. Tapi gimanapun, gue tetap kesel sama
dia. Cowok usil yang kerjaannya tidak lebih menganggu manusia. Gue pun
memanggil Tonang dan kamipun istirahat di tonggak ring basket, Tonang bersandar
di tonggak ring basket dan gue tidur di dekat Tonang sambil menatap langit yang
cerah siang itu dan tiba-tiba saja Raffa dan Ranggapun istirahat di dekat kami.
Hellow! Binsus ini luas keles. Kayak gak ada tempat lain aja.
Gue segera
pindah dari sana, dan duduk dibawah pohon jambu kecil ditepi lapangan basket.
Gue pun mengisyaratkan Tonang untuk segera kesini. Tonangpun segera berdiri dan
menuju ketempat gue.
“Van, lu
kenapa?cemberut aja.”
“bete’ gua tau
gak!”
“bete kenapa?
Karna dia?” Tonang mengerlingkan matanya kearah Raffa.
“hmmmm.”
“udah, jangan
marah dong cipiitt. Tar lu jadi sukak sama dia wkwk.”
“heh apaan sih!
Udah ah jangan ngaco deh Tonang.”
“biasanya kata
orang sih, benci benci lama-lama jadi cinta lho.”
“kan masih kata
orang-_- bukan kata gue.”
“iyadeh cipit.”
Gue pun mengajak
Tonang kekelas karena sebentar lagi waktunya pulang. Dan akhirnya bel pulang
pun berbunyi. Gue pulang dengan Tonang. Kami berpisah di gerbang sekolah. Dia
tunggu jemputan, sedangkan gue masuk ke salah angkot yang berjejer rapi ditepi
jalanan.
Beberapa hari
telah berlalu. Sekarang hari senin. Tepat setelah upacara bendera, gue ke
kantin dengan Tonang buat beli bakwan again.
Makanan tradisional yang murah meriah dan mengenyangkan. Ketika gue mau keluar
kantin, gue ketabrak dengan Raffa. Buru-buru gue pergi dari kantin dan kami
segera masuk ke kelas. Kegiatan belajar-mengajarpun selesai dan tepat pukul
15.15 waktu Indonesia bagian kelas gue, kamipun pulang sekolah. Setibanya
dirumah, gue segera mandi dan sholat ashar.
Karena capek, gue
menghempaskan badan gue diatas kasur. Fikiran gue melayang-layang gak karuan. Gue
senyam-senyum sendirian. Entah kenapa, gue selalu kefikiran dengan Raffa, cowok
usil yang tinggi dan berkulit sawo matang itu. Emang sih dia masih adek kelas
gue. Dia kelas delapan *tiiiiiiittttt*. Maaf, gue sensor kelasnya, takut dicari
sama KPK*eh? , tapi entah kenapa, perasaan gue gak karuan sama dia. Sulit buat
diucapkan dengan kata-kata. Ah! Gue gak boleh kayak gini. Gue gak boleh mikirin
dia. Gak boleh!
Besok paginya,
hari selasa. Hari ini pelajaran pertama yaitu olahraga. Para manusia kelas 91
pun mengganti pakaian putih-biru mereka dengan baju kuning-hijau olahraga.
Setelah berganti pakaian, masing-masing para manusia 91 pun memilih olaraga
mereka. Ada yang memilih basket,volley dan futsal. Gue sendiri so pasti memilih
basketlah. Ketika gue lihat ke lapangan basket, ternyata anak kelas 8 *tit*
olahraga hari ini juga dan jam ini juga. Tiba-tiba gue keingat sama Raffa.
Astaga! Bakal menjadi hari olahraga gua yang suram. Yasudahlah. Gue gak peduli.
Gue berlari kearah
lapangan basket dengan diikuti Tonang dan Farah. Farah ini twins kesayangan gue♥♥.
Kami mempunyai tanggal,bulan,dan tahun lahir yang sama. Bisa dibilang kembar
tapi beda bokap-nyokaplah. Gue lahir jam 6 pagi, sedangkan Farah, lahir jam 12
siang. Beda 6 jam. Jadi otomatis, gue masih kakaknya Farah. Kakak 6 jam
maksudnya (^▽^) .
Gue main basket
sendirian. Sedangkan Tonang dan Farah gabung main dengan manusia-manusia yang
lain. Bukannya gue gak mau gabung, tapi gue tau kalo skill gua di basket ini rendah
banget. Nge-shoot bola aja gue masih remedy-_-. Jadi alhasil gue main
sendirian, setidaknya gue bisa belajar nge-shoot dan dribble bola dengan bebas
tanpa ada yang menganggu. Tiba-tiba Raffa datang senyam-senyum gak jelas kearah
gue dan segera merebut bola basket yang berada ditangan gue. Astaga! Cobaan
apalagi ini YaAllah. Tidakka daku bisa bermain dengan tenang tanpa ada troublemaker ini! Arg!
“kalo lu mau
bola ini, ambil aja.” Ucapnya cengengesan gak jelas.
Gue cobak untuk
merebut bola dia. Tapi selalu gagal. Gua coba lagi, dan gagal juga. Dan sekali
lagi gue mencoba , hasilnya sama. Gagal! Shit! Gue menggeram dan mengepalkan
tangan. Gue coba buat kerlingkan mata gue kedia. Ya, gue rasa percuma aja gue
kerlingkan mata kedia, toh mata gue aja udah sipit, dikerlingin tambah ilang
dah mata gue.
“oke, gue
nyerah. Gue tau lu punya skill selangit tentang permainan basket ini, hmm, lu
mau gak ngajarin gue main basket?” ucap gue dengan nada yang gak ikhlas. Gak
ada niat mau muji dia sih, tapi ya gimana lagi, emang begitu kok kenyataannya.
“okey, nih ambil
bolanya.” Ucapnya sambil melempar bola basket kearah gue.
Gue cobak buat
nge-shoot bolanya, tapi gak pernah bisa, selalu aja dihalang sama dia.
Lama-lama gue jadi bete liat dia.
“gimana gue mau
nge-shoot cobak, lu selalu aja halangin gue-_-“ timpal gue kesal.
“itu baru yang namanya
ngajarin. Dimana-mana kalo permainan basket itu pasti ada lawannya, jadi anggap
aja lu sekarang sedang tanding basket beneran dan gua lawan lu. Lu harus bisa
masukin bola ke ring basket ini, kalo lu bisa itu baru yang namanya pintar ƪ(ˆ⌣ˆ)ʃ “
“ya ya ya ya.
Bakal gue cobak ƪ(‾_‾)ʃ.”
Dengan penuh
tekad dan keyakinan, gue cobak buat nge-shoot kembali bola ke ring basket yang
ada didepan gue. Setelah , hmmm mungkin kurang lebih puluhan kali nge-shoot gak
pernah masuk ke ring, selalu aja dihalangin sama dia, akhirnya untuk yang
keseratus kalinya gue berhasil masukin bola ke ring basket itu. Yey! Vanilla
berhasil. Yey yey yey!!!! ƪ(˘⌣˘)┐ ƪ(˘⌣˘)ʃ ┌(˘⌣˘)ʃ
ƪ(˘⌣˘)┐
Tiba-tiba aja
bola basket yang ada ditangan gue direbut sama Raffa. Spontan gue peluk bola basket
itu, dan dia masih aja terus merebutnya dari tangan gue. Tiba-tiba dia tatap
mata gue lekat-lekat. Gue jadi gelagapan. Gue cobak untuk menatap kembali mata
dia. Tapi gue gak bisa, gue rasa muka gua memerah. Waktu seakan berhenti. Gue
dan dia berasa seperti diruang dimensi yang berbeda. Dimensi yang penuh dengan
abstrak cinta dan logika. Seperti berada dialam kedua. Alam yang didalamnya
tidak terdapat gravitasi bumi. Gue seakan melayang-layang diatas awan. Melayang
tanpa sayap dan benang.
Kali ini gue
kembali menatap mata dia lekat-lekat. Gue baru menyadari ternyata ‘cowok usil’
ini manis banget. Taapi sayangnya, gak ada satupun semut yang mendekat
dengannya. Kalau gitu, biar gue jadi semutnya aja deh*eh?. Senyumnya aja bisa
melelehkan hati gue, apalagi cintanya. Tiba-tiba gue ingat sebuah judul lagu,
‘brownies : berondong manis’. Ah! Gue gak peduli mau dia berondong kek,
apa kek, pokoknya gua gak peduli. Gue
jatuh cinta sama dia.
♯Mungkin inilah rasanya, cinta pada pandang
pertama, senyuman manismu itu, buat aku dag-dig-dug melulu ♪♫
Gue tersadar
dari lamunan gue yang berkepanjangan dan kembali ke dimensi sekarang. Gue jadi
gugup buat main basket lagi sama dia. Gue jadi takut menatap mata dia lagi.
Takut kalo rasa ini hanya tumbuh di hati gue aja, tetapi tidak dihatinya. Dari
kejauhan terdengar teriakan Jihan, temen gue yang mungkin gue rasa ngeliat kami
dari tadi.
“ditunggu PJ nya
minggu depan woiiii.”
“apaan sih,
cuman sekedar teman main doang kok.” Ucap gue berbohong. Sebenernya gue pengen
rasa ini lebih dari sekedar teman. Gue berusaha menyembuyikan muka gue yang
udah memerah. Gue memalingkan wajah dari Raffa, dan dikesempatan persekian
detiknya gue sempat tersenyum tersipu-sipu. Tapi ketika dihadapannya kembali,
gue kembali menyembunyikan rasa bahagia ini dan kembali memakai topeng ekspresi
muka datar. Yap. Muka KTP. Tanpa senyum tanpa ada ekspresi apapun.
Ketika jam
pelajaran olahraga usai, gue segera mengganti pakaian olahraga gue dengan baju
putih-biru kembali. Gue ceritain kejadian tadi dengan Tonang, sahabat gue.
“kan bener apa
kata gue. Benci+benci = cinta. Pokoknya gue tunggu PJ nya aja. Awas kalo gue
gak dapat PJ nya.” Ucapnya sambil melangkah masuk kekelas setelah selesai
mengganti pakaian olahraga.
“Amiiinn. Gue
berharapnya dia ada rasa juga sama gue. Tapi, gue takutnya kalo dia gak ada
rasa sama gueL.”
“lu harus yakin
dong! Gak boleh kek gitu.”
“iyadeh:’)
semoga aja ya, amiinn☻.”
Percakapan kami
berhenti ketika guru B.Indonesia kami, Ibu Nolilita masuk kedalam kelas. Gue
dan Tonangpun segera menyalami bu Noli dan segera duduk dibangku kami
masing-masing. Oh ya, guru gue yang satu ini, selain manis, baik, gak pernah
marah lagi. Tampangnya keibuan banget. Gue suka sama suara Ibu Noli ini,
suaranya lembut, terus cara ngajarnya juga keren banget. Disela-sela pelajaran
yang ia sampaikan, terdengar suara ketawa-ketiwi dari kami karena humor yang ia
berikan. Humor ini mampu mengocok perut kami dan humor inilah yang membuat
kami, para manusia 91 gak pernah bosan dan jenuh ketika belajar dengan Ibu
Noli. Pokoknya jempol banget dah buat guru gue yang satu ini. Mungkin kalo bisa
gue saranin, Ibu cobak aja cari kerjaan sampingan bu, jadi pelawak misalnya bu
( ¯ ▽¯)
kan bisa dikit-dikit nambah pemasukanlahJ.”
Oh ya, gue
sampai lupa, manusia yang duduk disebelah bangku gue namanya Syafira. Cewek
gendut, item manis, suka ceplas-ceplos dan humoris ini juga termasuk sahabat gue.
Gue pun cerita tentang kejadian tadi kedia. Gue minta bantuan kedia buat
deketin gue ke Raffa. Ya, itung-itung pengilang jenuh, kali aja dia bisa jadi
mak comblang beneran kan☻. Akhirnya dengan segala jurus yang telah ia keluarkan
buat bantuin gue, ketika malam harinya, tepat jam 21.00 waktu Indonesia bagian Handphone gue, handphone gue bergetar. Sms masuk. Tumben-tumbenan ada orang yang
sms gue. Biasanya kalo yang sms gue itu, selalu nanyain :
1.
Besok
ada pr Van?
2.
Besok
pake baju blablabla kan?
3.
Besok
jadi ulangan gak?
4.
Lu
ada dapat soal ulangan blablabla dari anak kelas lain gak?
Atau para manusia-manusia
yang nge-share smsnya ke nomor gue:
1.
Gnite/malam
all/#suntuk banget/#capek banget hari ini. Nah itu masih mending. Yang mirisnya
sms gini nih : #happy satnite mbloo\=D/ jangan sedih eahh;;). nyesek brohh
nyesekk! (∏ ω ∏)
2.
#pilih
nomor berapa buat aku? 1. Jelek, 2.lumayan jelek, 3.jelek banget 4. Blablabla.
3.
Yang
insom PING/yang satnite PING/yang mau karaoke PING/yang mati PING-_-. Kesel
gua. Gue nyadar kok kalo handphone gue cuman bbs. Jadi gak bisa PING-PING-an
gitu:’)
4.
Kata-kata
galau : gue cinta sama lu, tapi kenapaa lu giniin gue? Setelah sekian lama kita
bersama blablabla._______.
5.
Atau
caci-makian, sumpah serapah seperti : sok yes kali gaya kau *@#^!$ ! / woii
sadarlah kau! Tampang ancurnya pun! Yang lebih kasiannya lagi ini : woi PLN!
Cepat idupin lampu ngapo. Aku dah bejamur digigit nyamuk ni ha! Padahal mati
lampu ini kan bukan atas kesengajaan pak PLN. Yang sabar ya pak:’). Maklum kami
masih labil pak:’D.
Dan yang
terakhir :
1.
Ayo,
buruan isi ulang pulsamu, untuk mendapatkan hadiah mobil, cek di *332423*
2.
Aktifkan
RBT Syahrini usir cantik di hpmu, cukup ketik *blablabla# segera!
3.
Masa
aktif kartu anda akan habis, segera lakukan pengisian ulang dan cek di *123# .
yah beginilah nasib jones, jadi malas isi pulsa karna ga ada yang perhatiin:”).
Nyesek yaahh(T^T)
Gue segera
membuka kunci tombol handphone gue.
Nomornya gak ada dikontak gue. Siapa sih ni manusia?
Test | test
back, siapa? | Raffa, ini Vanilla kan? | oh, Raffa mana? *pura-pura gatau* iya,
gue Vanilla| Raffa yang tadi ngajarin lu main basket-_- | oh. Kenapa? | gak
kenapa-napa | iyadehJ .
Tiba-tiba sms Syafira masuk :
Woi Van, Raffa
udah sms lu kan? | udah hihi:$ | baguslah, tadi gue suruh dia buat sms lu |
haha iyadeh. Tengsyaww udah bantuin gue:* | okesip;;) .
Keesokan harinya disekolah, gue jumpa
dengan Raffa di kantin. Dia berdehem. Gue ngelirik kearah dia, dan dia senyum
ke gue. Ya Allah, ini manusia senyumnya
manis banget dah. Gue balas senyum kedia lagi dan begitulah setiap harinyaJ.
Ketika malam itu dia sms gue:
Test | test back
| lagi ngapain bous? | haha bous? Lagi duduk aja nih ajudan;;) | oh, iyadehJ | lagi ngapain ajudan? | lagi
tiduran aja bous | oh iyadeh ajudan, gua tidur duluan yaa. Gnite ajudanO:) |
gnite too cipit({}) .
OMG HELLOW! Emotnya lagiiii. Bikin gue
melting sumpah:$:$:$
Dia juga sering
ingatin gue buat sholat :
3 rakaatnya bous
cipit:D / 4 rakaatnya cipit;;) .
Disekolah
gue juga deket banget sama dia, sering becanda bareng, main basket bareng. Tapi
entah kenapa udah 3 hari belakangan ini dia gak pernah lagi sms gue / balas sms
gue lagi. Mungkin awalnya gue coba buat positive
thingking. Gue taku dia cuman anggap gue teman biasa atau dia udah punya
gebetan yang baru. No! Sebisa mungkin gue hilangin rasa kecurigaan gue kedia. Mungkin
dia lagi gak ada pulsa / handphonenya
ilang / ditahan dengan bokap-nyokapnya. Disekolahpun tiap ketemu gue dia selalu
menghindar. Entah apa salah gue, guepun gak tau. Gue minta bantuan ke Syafira
lagi. Semoga aja semua kecurigaan gue selama ini salah.
Malam
itu Syafira sms gue:
Van , udah, lebih baik lu lupain
aja dia. Dia gak ada rasa sama lu| lu gak becanda kan? Gak lucu tauk! | sumpah
serius! Kalo lu gak percaya lu liat aja chat bm gue kedia. Dia sekarang dekat
sama adek kelas, namanya Tiara kelas 7 *tit*.
Seketika
itu juga fikiran gue berkecamuk. Otot syaraf gue yang mulanya tegang,
mengharapkan apa yang dikatakan Syafira itu salah, dan semua kecurigaan gue
selama ini juga salah, ternyata semuanya itu benar. Tiba-tiba saja terasa sesak
didada gue. Tanpa gue sadari air mata gue menetes. Semua yang gue bayangin,
semua yang gue impikan didalam angan-angan dimensi alam kedua gue, semuanya
hancur. Rasanya seperti kiamat datang ketika hal ini harus terjadi. Sesak dada
dan luka. Itulah yang kini gue alami. Bumi seperti berhenti berputar dan gue
seperti tidak menginjak tanah, melainkan menginjak duri yang tajamnya mampu
menusuk hati gue yang terdalam.
Kini
semua harapan gue musnah sudah. Diganti sembilu membalut luka. Gue coba untuk
tegar ditengah badai asmara ini. Semoga dibalik kejadian ini gue bisa mengambil
hikmahnya:’’). Gue akan coba buat moveon
dan ngelupain dia walaupun gue gak mampu dan gak akan pernah mampu. Tapi gue
yakin, semua badai ini akan terlewati seiring mengalirnya waktu.
Malam
ini gue berbaring diatas kasur sambil mendengarkan musik. Fikiran gue kembali
melayang. Mengingat peristiwa silam. Gue ingat lagu yovie & nuno : mengejar
mimpi.
Meskipun
engkau telah pergi, mungkin takkan kembali, aku disini, tetap disini sayangku…
aku masih rindu padamu, aku masih sayang padamu, meski kini cintamu bukan aku….♫♪♫
Kini
udah 2 minggu lewat gue gak pernah teguran ataupun komunikasi dengan dia. Entah
kenapa kini rasa sayang gue malah berujung benci. Gue benci dengan dia yang
sekarang. Benci! Pokoknya benci sebenci bencinyaL! Gue sendiri nyesal pernah
sayang kedia. Kenapa gak dari awal dia bilang kalo dia gak ada rasa kegue?
Kenapa mesti sekarang dia bilang itu? Kenapa dia mesti php-in gue? kalo dia gak
ada rasa ke gue, kenapa dia sampai ngasih emot bighug kayak gitu? Kenapaa? Gue
udah terlanjur sayang kedia, tapi dia malah nyakitin perasaan gue (●̮̮__●̮̮).
Ingat woi! Gue ini manusia. Gue punya hati dan perasaan juga. Gue bukan mainan
yang seenak idup lu aja. Kapan lu bosan lu mainin gue, kalo udah ada yang baru
lu buang gue!
Gue
kini gak tau harus gimana lagi. Cukup tau gue pahit-manisnya yang namanya cinta
itu. Tapi gue bangga kok sama hati gue:’) walaupun udah disakitin berjuta-juta
kali, hati ini masih mampu buat bertahan hidup bersama denyut jantung, aliran
darah dan nyawa yang masih ada didalam diri gue sampai sekarang.
Sekarang,
gue ambil hikmahnya aja. Percuma ditangisin. Air mata gue terbuang percuma dan
ini gak akan membalikkan waktu dan merubah jalan takdir cinta gue. Gue yakin
kalau Allah SWT punya rencana yang lebih baik dan lebih indah buat gue, tapi gue
juga percaya dengan kata-kata sang pujangga cinta kalau ‘hidup tanpa cinta
bagai taman tak berbunga’ tanpa cinta, dunia sekan gelap gulita tanpa sang surya.
Tetapi cinta juga bisa membuat kita lupa akan kodrat kita sebagai manusia.
Cukuplah semua
yang terjadi ini menjadi pelajaran berharga buat gue dan kalian semua untuk
hari ini, esok dan selamanyaJ. Sekarang, gue
akan lebih memfokuskan diri untuk belajar dan berjuang menggapai cita-cita gue
setinggi bintang, cuman 1 keinginan gue : kelak dewasa gue akan membahagiakan
kedua orangtua gue dan semua yang berada disekitar gueJ. Ya Allah, terus bantu gue buat
bisa menjalani kehidupan keras dunia ini, karena tanpa-Mu gue hanya bagai
butiran debu yang bertebaran diterpa angin dan tak tau kemana arah tujuan hidup
ini.
Gue Vanilla
Adqueela kecil dan tetap selamanya akan menjadi Vanilla Adqueela kecil yang masih
dan selalu merindukan cinta.J
Menyentuh feb :'(
BalasHapuscakea? :'v
BalasHapus